Categories
Parenting

Dukung Tumbuh Kembang Si Kecil

pascal-edu.com – Kebayang enggak Bun kalau si kecil harus bermain jungkatjungkit sendiri? Belajar menali sepatu sendiri? Belajar membereskan mainan sendiri? Enggak seru kan? Karena itulah mengapa ada istilah “berdua jadi hebat”; karena saat dikerjakan berdua, suatu hal jadi lebih seru dan jadi lebih bermanfaat! Bbenar banget kalau dikatakan manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan mampu hidup sendiri. Mereka butuh interaksi dengan manusia lainnya. Interaksi sosial merupakan kebutuhan kodrati yang dimiliki oleh manusia, termasuk juga si kecil. Sebagai mahkluk sosial, setiap manusia membutuhkan seorang teman, untuk bekerja sama, berbagi, berkomunikasi, dan saling menolong.

Kesempatan Bermain Bersama

Sebagai langkah awal, kita perlu memberikan waktu dan kesempatan si kecil bermain dengan temannya. Ingat, sejak usia 2 tahun, anak sudah menjadi pribadi sendiri dan mulai menyadari bahwa dirinya berbeda dengan orang lain. Karena itulah muncul keinginan nya untuk bersama-sama dengan anak lain. Tentu, ia tidak akan langsung bergaul dengan banyak teman, tetapi cukuplah berdua dulu, dengan tetangga sebelah yang berusia sebaya, misalnya. Sesekali ajak anak untuk bertamu ke rumah temannya itu.

Dengan begitu, ia bisa me ngenal lingkungan lain selain rumah dan bisa memperkaya tempat eksplorasinya. Untuk jenis mainannya, pilihlah alat-alat dan media permainan yang dapat menunjang dan mendukung tumbuh kembang anak, baik dari segi motorik, afeksi dan kognitif. Alat permainan untuk melatih motorik, misal: bola, permainan menyusun balok, sepeda roda tiga, atau puzzle.

Untuk mendukung kognitif: boneka tangan, me nara yang bisa dibongkar pasang dari kayu atau plastik. Sedangkan alat permainan untuk menumbuhkan afeksi, seperti peralatan masak-masakan atau dokterdokteran. Jangan lupa sertai dengan bimbingan dan contoh kepada anak untuk mau berbagi, misal, ”Sayang, kasih pinjam temanmu penggorengan ini ya? Kasihan, penggorengan temanmu sudah rusak. Adek sudah selesai masaknya, kan?”

Tentu, tak semuanya harus berupa mainan, bentuk kegiatan yang ada juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana permainan yang berguna. Contoh kala anak telah selesai bermain, ajak mereka membereskan mainan de ngan mengelompokkan, seperti bola dengan bola, puzzle dengan puzzle, dan balok dengan balok. Bukankah ini secara tak langsung dapat mengembangkan kemampun kognitifnya? Lebih hebat bukan?