Categories
Berita

Jalan Sunyi Gerilyawan Kurdi Bag5

Selama 16 jam, militer dua negara itu menggempur milisi ISIS. Dari Karkamis, distrik sejauh dua kilometer di provinsi tenggara Turki, Gaziantep, lusinan tank Turki beriringan merangsek ke selatan, memasuki Jarabulus. Berderet menumpang mobil, pasukan khusus Turki dan ratusan serdadu Tentara Pembebasan Suriah (FSA) menyelip di sela barisan kendaraan lapis baja. FSA adalah organisasi payung berbagai kelompok pemberontak anti-rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad, sekaligus anti-ISIS.

Seakan-akan kurang perkasa, rombongan pasukan darat itu dibekingi jet-jet tempur Amerika. Mereka membombardir titiktitik persembunyian milisi ISIS. ”Bola-bola asap hitam membubung di perbukitan dan sekitar kota,” kata seorang wartawan Reuters yang melihat langsung operasi militer itu dari tapal batas di Karkamis.

Categories
Parenting

Generasi Net Sebuah Keunikan, Bukan Kesalahan

Generasi Net adalah generasi anak-anak kita. Generasi ini sering disebut Generasi Z, I Generation, atau Generasi Internet. Mereka adalah anak-anak yang lahir mulai tahun 1995 ke atas dan dibesarkan di era digital, dengan aneka teknologi yang komplet dan canggih, seperti komputer/laptop, smartphone, iPad, PDA, MP3 player, dan aneka perangkat digital lainnya.

Baca juga : Kerja di Jerman

Ramaditya Adikara, MSi, trainer, dosen IT, serta pemerhati dunia digital, mengemukakan perbedaan paling mencolok dari anak-anak yang terlahir di era digital ini adalah cara mereka berinteraksi dan bersosialisasi. “Anakanak Ge nerasi Net terhubung secara online setiap saat, sehingga tidak mengharuskan mereka bertatap muka dengan lawan bicaranya secara langsung,” jelasnya. Pria yang akrab disapa Rama ini sepenuhnya menyadari, lahirnya suatu generasi akan selalu membawa dua dampak, sisi positif dan negatif, termasuk Generasi Net.

Positifnya terletak pada efektivitas, sedangkan sisi negatif terkait dengan menurunnya kualitas proses interaksi antarmanusia. “Generasi Net bisa diibaratkan seperti pisau dapur. Mereka akan bermanfaat bila digunakan sesuai fungsinya dan bisa membahayakan bila digunakan di luar fungsinya. Jadi, jangan keburu memandang negatif sebelum kita belajar dan menemukan nilai positifnya,” paparnya. Generasi Net juga identik dengan “gadget mania” karena cenderung menjadikan gadget sebagai dewa yang dapat memenuhi semua kebutuhan mendasar mereka.

Mereka merasa nyaman secara fi sik, karena tidak perlu meng gerakkan tubuh terlalu banyak (mager = males gerak). Selain itu, mereka merasa aman karena tidak perlu menghadap i risikorisiko langsung yang sudah diminimalisasi oleh sistem. Lebih lanjut, anak bahkan memperoleh kasih sayang dan kesetiaan “pengganti”, yang biasanya diperoleh dari orangtua. Gadget akan setiap saat sedia untuk dibuka dan menghibur mereka, sehingga orangtua menjadi “kalah cepat” dalam melayani atau menciptakan daya tarik buat mereka.

KEMUDAHAN SEGALA Jadi, mari kita akui dan menerima Generasi Net menjadi generasi yang paling terpelajar dan terkini dari segi pemakaian teknologi. Situasi inilah yang membuat me reka cenderung memaksakan kehendak untuk mendapatkan fasilitas lebih “mahal” agar populer dan tidak tersingkir dari sosialnya. “Pada Ge nerasi Net terbentuk sikap optimistis dan memiliki ekspektasi tinggi atas dirinya dan orang lain. Mereka umum nya memiliki sikap dan perilaku menolak jika dinilai tidak mampu. Namun pada kenyataannya, mereka sebenarnya tak dapat me nyelesaikan masalah sehari-hari, bahkan yang sederhana sekalipun.

Sumber : https://ausbildung.co.id/