Categories
Parenting

Tips Menasihati Batita Bag2

Kalau mau pinjam, harus bilang dulu. Nah, sekarang kembalikan bonekanya kepada Sofi , ya.” Orangtua perlu belajar menyampaikan nasihat dengan hati te nang dan intonasi tegas. Hal ini juga perlu didukung oleh raut wajah yang tetap tenang dengan pandangan penuh kasih sayang. Meskipun kita menyampaikan pesan dengan nada netral tetapi raut wajahnya tidak bersahabat, si kecil bisa merasakannya dan tetap akan menimbulkan rasa takut dalam dirinya.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Berikan penjelasan logis dan gunakan kalimat yang dipahami anak. Orangtua perlu menyampaikan alasan logis dari setiap nasihat yang disampaikan. Psikolog yang kerap dipanggil Titis ini menyarankan agar tidak menakutnakuti anak untuk membuatnya patuh. Misal: “Eh, kalau nggak nurut sama Mama nanti disuntik Pak Dokter, lo!” atau “Kalau ganggu adik terus, nanti adiknya Bunda kasih ke panti asuhan aja deh!” Titis berujar, “Metode menakutnakuti seperti ini tentu efektif memunculkan perilaku tertentu secara instan, tapi si batita tidak akan paham mengapa perilaku tersebut tidak boleh dilakukan.”

Akibatnya sama seperti pada poin 2, perilaku yang diharapkan tidak akan bertahan lama akibat nasihat yang sesungguhnya tidak dipahami oleh anak. Oleh karena perkembangan bahasa si batita yang belum optimal, Titis menyarankan para orangtua menyesuaikan penjelasan logis ini dengan taraf perkembangan bahasa anak. Sampaikanlah dengan bahasa yang sederhana. Misalnya, “Adek, ayo yang akur sama Kakak. Kakak jangan diusilin terus. Nanti kalau Adek sudah sebesar Kakak, pasti kan mainnya banyak sama Kakak. Yuk, salaman dulu dengan Kakak… “ Lakukan sambil menuntun tangan si adek sehingga ia paham seperti apa gerakan yang disebut “berdamai”.

Memberikan apresiasi apabila si kecil berusaha melakukan sesuatu yang orangtua harapkan. Di usianya kini, buah hati mulai membentuk pola pikir sebab dan akibat. Apabila orangtua memberikan apresiasi akan munculnya perilaku yang diharapkan, maka perilaku tersebut akan menetap. Apresiasi ini dapat dilakukan dengan berbagai bentuk se perti pelukan, waktu bermain ekstra, dan lain-lain. Titis menekankan agar dalam memberikan apresiasi, kita sebaiknya lebih menekankan pada usaha yang telah dilakukan oleh anak, daripada hasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *