Categories
Berita

Basreng Kuliner Bandung Jadi Camilan Ekslusif

Basreng juga termasuk kudapan yang cukup populer di Bandung. Namanya diambil dari prosesnya, yaitu bakso yang digoreng. Di tangan Tamara Mahogany (25), basreng berkembang jadi camilan yang eksklusif dan berbeda. Ia mengolah basreng tak hanya mengandalkan bumbu tabur yang umumnya dijual orang.

Ia menciptakan kudapan ringan ini menjadi sajian yang dicocol kuah dan dinikmati hangat-hangat. “Makanya saya beri nama Bacol alias basreng cocol,” ujar perempuan yang biasa disapa Lala ini, seperti yang dikatakannya kepada Web Soulofren.

Bacol disajikan di dalam besek bambu berukuran 15×15 sentimeter. Di dalam besek dilapisi daun pisang, lalu diberi potongan baso goreng berbobot 100 gram yang sudah diiris tipis.

Bakso goreng ini teksturnya renyah seperti keripik. Saat pembeli datang memesan, Lala menyiramkan kuah panas ke atas basreng. Bacol “Basreng Cocol” Basreng juga termasuk kudapan yang cukup populer di Bandung. Namanya diambil dari prosesnya, yaitu bakso yang digoreng.

Di tangan Tamara Mahogany (25), basreng berkembang jadi camilan yang eksklusif dan berbeda. Ia mengolah basreng tak hanya mengandalkan bumbu tabur yang umumnya dijual orang

Ia menciptakan kudapan ringan ini menjadi sajian yang dicocol kuah dan dinikmati hangat-hangat. “Makanya saya beri nama Bacol alias basreng cocol,” ujar perempuan yang biasa disapa Lala ini, seperti yang Ia katakan kepada Souljournal.

BACOL “BASRENG COCOL” Kuahnya sendiri terbuat dari bumbu rempah trasidional. Pilihannya ada 3 macam, yaitu kuah bumbu kari, kacang, dan cikur.

Kuah bumbu cikur atau kencur ini punya aroma khas yang sangat disukai, khususnya penyuka citarasa Sunda. Sajian ini juga masih dilengkapi dengan keju cheddar parut yang melimpah. Sudah

bacol yang terpisah dengan kuahnya, lalu kuah cukup dihangatkan saja saat kita akan menikmatinya di rumah.

Addictea Bisnis yang sukses tak melulu harus berawal dari sebuah ide yang jelimet dan serba sulit. Lihat saja langkah 3 sekawan, Saskia Pratiwi, Mutia Safrina, dan Iqbal Tawakkal. Mereka merintis usaha minuman bermerek Addictea yang meroket di kalangan anak muda di Bandung. Idenya cukup sederhana. “Kami suka sekali dengan minuman thai tea,” ujar Saskia.

Selesai? Ternyata belum. Sajian ini masih ditaburi bubuk cabai rawit sebagai sentuhan terakhirnya. Rasanya pun jadi semakin mantap. Apalagi tingkat kepedasannya bisa dipilih.

Mulai dari “siaga” yang menggunakan taburan bubuk cabai setengah sendok teh, hingga level “awas” yang menggunakan satu sendok makan penuh bubuk cabai. Jika ingin rasa pedas yang sedangsedang saja, bisa memilih status “waspada” atau setara dengan satu sendok teh cabe.

Lala menjual Bacol pertama kali di sebuah pameran akbar bertajuk Braga Culinary Night sejak awal tahun 2014 lalu di kawasan wisata jalan Braga Bandung.

Di acara ini, ia berhasil menjual ratusan porsi bacol hingga akhirnya kini Bacol diproduksi khusus untuk pembeli yang memesan dari luar kota. Satu porsi Bacol dijual seharga Rp 15 ribu. Jika ingin membelinya dari luar kota, Anda akan mendapatkan Bersambung Kebagian kedua.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *