Categories
Berita

Basreng Kuliner Bandung Jadi Camilan Ekslusif Bagian Dua

Namun saat menikmatinya di kafe, ia selalu merasa kesulitan untuk membawa pulang minuman ini. “Kejadiannya kira-kira tiga tahun lalu. Saat itu belum banyak gerai yang berjualan thai tea seperti sekarang,” kisahnya. Agar lebih praktis, ia berusaha meracik sendiri, agar bisa diminum setiap hari.

Selama 2 bulan, Saskia meracik takaran yang tepat untuk minuman thai tea original. Rupanya racikan Saskia ini disukai keluarga dan teman-temannya.

Akhirnya ia terpikir untuk membotolkannya agar bisa dijual. Saskia berkolaborasi dengan Mutia Safrina dan Iqbal Tawakkal untuk mengembangkan produksi dan pemasarannya. Pertama kali berjualan, mereka memilih kampus sebagai sasaran pertamanya. Di sebuah bazar di kampus

Institut Teknologi Bandung (ITB) Desember 2011, mereka mulai menjual produk yang awalnya hanya memiliki 3 rasa yaitu thai tea, green tea, dan taro milk tea. Setelah sukses ikut dalam bazar, mereka mulai membuka jalur penjualan di perkantoran melalui promosi office to office seperti bank, hingga provider telepon selular di seputaran kota Bandung. “Caranya dengan titip jual,” ujar Saskia dan Mutia.

Cara menitipnya dengan memegang satu kenalan mereka di setiap kantor untuk dititipi produk minuman dalam botol ini. Produksi awal hanya seminggu sekali dan dibuat berdasarkan pesanan. Namun karena sering mengikuti berbagai pameran, produknya mulai dikenal masyarakat.

Baca Juga: Basreng bagian Pertama

Pengembangan pasar mereka makin meluas ketika mereka mulai menitipkan produk minuman mereka di kafe maupun kedai dan restoran yang sesuai dengan target konsumen mereka, yakni anak muda. Dengan bermodalkan sebuah lemari Saking larisnya, kini malah banyak rumah makan yang meminta suplai minuman Addictea kepada mereka.

Namun kini kami seleksi. Salah satu syaratnya adalah harga makanannya tak boleh di bawah harga jual minuman kami,” ujar Saskia. Tujuannya agar secara harga tetap terjangkau, dan segmen pasarnya sesuai. Dengan merek Addictea, mereka mempopulerkan minuman thai tea dalam botol dengan kombinasi rasa yang mencapai 6 varian. Selain original thai tea, ada pula green thai tea, taro milk tea, minty milk tea, banana milk tea, dan coffee milk tea.

Mereka menjualnya dalam 3 ukuran, small (S), medium (M), dan large (L). Masing-masing bervolume 260 mililiter, 450 mililiter, dan 1 liter. Harganya berkisar mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 40 ribu untuk ukuran large. Nah, Anda terinspirasi untuk membuka usaha juga? Yuk, jangan ragu lagi. Ayo buka usaha! pendingin berukuran sedang di setiap kafe yang mereka titipi, produk ini mampu ludes tak sampai 2 hari di dalam kulkas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *