Categories
Berita

Ponsel Lokal Masih Eksis – Masuk Tahap Bikin Pabrik

Ponsel Lokal Masih Eksis – Masuk Tahap Bikin Pabrik

Sepuluh tahun lalu, alias tahun 2006, menjadi era munculnya ponsel merek lokal di Indonesia. Sebelumnya, pasar ponsel Indonesia memang dikuasai oleh semua merek dari luar. Nama-nama besar seperti Nokia, Motorola, Siemens, Sony Ericsson, Philip, Alcatel, Siemens, merajai pusatpusat penjualan ponsel. Tapi sejak tahun 2006 itu, peta pasar mulai berubah drastis. Merekmerek baru asal Indonesia terus bermunculan. Mereka gesit mencari celah apa yang tidak dimiliki ponsel branded. Ciri utamanya, harga yang ditawarkan juga jauh lebih murah dengan fitur yang lengkap. Pasar menyambutnya dengan gegap gempita, sehingga mendorong operator menyesuaikan tarif layanannya.

Sumber : Gigapurbalingga

Lalu apa kabarnya kini, setelah 10 tahun berlalu Waktu memang membuktikan, mereka masih tetap eksis. Memang banyak merek yang tutup, tapi ada pula yang masih bertahan dan cukup kuat. Merekmerek baru juga terus bermunculan. Bahkan kini, mereka sudah mulai memasuki babak baru; membuka pabrik di Indonesia. Kini, tipe-tipe baru terus bermunculan. Memanfaatkan sistem operasi Android yang makin canggih dan terus meningkat kemampuannya, ponsel merek lokal bisa terus berkreasi dengan meluncurkan smartphone Android. Ina Hutasoit, Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), smartphone paling laris saat ini ada di bawah harga Rp2 jutaan. Sebagian besar smartphone yang laris ini berjalan di sistem operasi Android.

Namun, saat ini sejatinya pasar ponsel di Tanah Air masih tetap didominasi feature phone alias ponsel kelas bawah tanpa sistem operasi. Menurut data dari lembaga riset IDC, tahun 2014 ini masih dikuasai feature phone dengan pangsa pasar 74 persen. Angka ini jauh di atas smartphone yang hanya 26 persen saja. Alasannya, harga feature phone memang sangat murah. Dengan uang Rp200 ribu saja sudah bisa didapatkan feature phone berfitur lengkap, seperti MP3 player, kamera, bluetooth, dan internet GPRS. Lalu, daya tahan baterai ponsel murah seperti itu juga sangat awet, rata-rata hanya perlu diisi ulang dua kali seminggu.

Bandingkan dengan smartphone yang perlu diisi ulang dua kali sehari. Perbedaan harga feature phone dan smartphone ini memang masih cukup lebar, sekitar Rp400 ribu, jika melihat harga feature phone termurah saat ini sekitar Rp200 ribu dan harga smartphone termurah saat ini sekitar Rp600 ribu. Menurut vendor merek lokal Advan, jika perbedaan harga ini makin kecil, nantinya dipastikan feature phone akan berpindah ke smartphone.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *