Categories
Berita

Review Lumia 730 – Makin Asyik Berselfie

Review Lumia 730 – Makin Asyik Berselfie

Lewat kamera Depan 5 Megapixel, penerus dari Lumia 720 ini mengincar pecinta selfie mania. Selain itu, apa lagi yang ditawarkannya Desain Penampakan Lumia 730 sepintas mirip Lumia 920. Dimensinya tentu saja lebih kecil. Bobotnya pun lebih ringan. Casing masih gunakan polikarbonat; dengan pilihan warna orange, bright green, dark gray, dan white. Kabarnya, untuk Indonesia warna dark gray yang distok paling banyak. Layar 4.7 inch terasa lega. Resolusi layar dukung HD720 dan sudah TrueColor. Ada ClearBlack yang memudahkan keterbacaan di bawah silau sinar matahari.

Sumber : Download Game Ppsspp

Corning Gorilla Glass 3 dijamin mampu menghadapi gores-gores ringan. Respon layar terasa gegas dan mulus. Kinerja Windows Phone 8.1 dengan Lumia Denim yang dikombinasi prosesor Snapdragon 400 berinti empat berkecepatan 1.2 GHz plus RAM 1 GB menampakkan kenyamanan beraktivitas. Benchmark menampakkan angka yang lumayan. Berikut hasilnya Storage 8 GB berbagi dengan sistem, namun ruang bebas masih cukup besar. Toh, masih bisa ditambahi microSD; slotnya dukung kapasitas sampai 128 GB. Di luar itu, Microsoft masih berikan lagi gratis OneDrive sebesar 15 GB. Cukup banget untuk menaruh beragam file multimedia.

Aplikasi khas Nokia pastinya bertebaran. SINYAL mencatat ada Here Drive+ dan Here Maps, Lumia Camera sampai Lumia Storyteller, MixRadio, Food & Drink, Health & Fitness, Money, sampai Weather. Di sini juga ada Kid’s Corner untuk membatasi pemakaian oleh anak. Dari pihak ketiga tampak Facebook, Line, PicsArt, Skype, sampai Vine. Oya, BBM untuk Lumia tinggal diunduh dari Store; begitu pula berbagai Lewat kamera 5 MP, penerus Lumia 720 ini mengincar pecinta selfie. Selain itu, apa Kamera + fl ash Port audio 3,5mm Slot microSIM dan microSD Port microUSB KHAS UNTUK SELFIE. aplikasi populer lainnya. Sudah ada fitur penghemat daya sebagai pendukung baterai 2220 mAh.

Tapi belum ada dukungan fitur pengisi cepat baterai. Sejauh ini bodi tak panas setelah aktivitas intens. Pemakaian berupa banyak bertelepon dan instant messaging, rutin cek media sosial, masih bisa ditangani baterai sampai dua hari. Daya tahannya berkurang kalau selular dan WiFi sama-sama nyala. Banyak memotret, browsing, atau banyak nge-game, yang paling cepat menyedot daya baterai. WiFi disertai WiFi Sense; ini menyimpan data akses internet, dan data itu bisa di-share ke pengguna lain yang kita tentukan.

Untuk berbagi akses internet selular, kita bisa pakai internet sharing. Bluetooth dukung transfer file antar perangkat. Ada NFC dan dukungan DLNA juga. Dikoneksi via kabel ke komputer ber-Windows 7, handset langsung dikenali dan dibaca sebagai drive. Lumia 730 dukung dual SIM. Kedua slotnya dukung 3G. Kamera depan Lumia 730 ini bisa digunakan untuk video call; dan di-default untuk Skype.

Categories
Berita

Ponsel Lokal Masih Eksis – Masuk Tahap Bikin Pabrik

Ponsel Lokal Masih Eksis – Masuk Tahap Bikin Pabrik

Sepuluh tahun lalu, alias tahun 2006, menjadi era munculnya ponsel merek lokal di Indonesia. Sebelumnya, pasar ponsel Indonesia memang dikuasai oleh semua merek dari luar. Nama-nama besar seperti Nokia, Motorola, Siemens, Sony Ericsson, Philip, Alcatel, Siemens, merajai pusatpusat penjualan ponsel. Tapi sejak tahun 2006 itu, peta pasar mulai berubah drastis. Merekmerek baru asal Indonesia terus bermunculan. Mereka gesit mencari celah apa yang tidak dimiliki ponsel branded. Ciri utamanya, harga yang ditawarkan juga jauh lebih murah dengan fitur yang lengkap. Pasar menyambutnya dengan gegap gempita, sehingga mendorong operator menyesuaikan tarif layanannya.

Sumber : Gigapurbalingga

Lalu apa kabarnya kini, setelah 10 tahun berlalu Waktu memang membuktikan, mereka masih tetap eksis. Memang banyak merek yang tutup, tapi ada pula yang masih bertahan dan cukup kuat. Merekmerek baru juga terus bermunculan. Bahkan kini, mereka sudah mulai memasuki babak baru; membuka pabrik di Indonesia. Kini, tipe-tipe baru terus bermunculan. Memanfaatkan sistem operasi Android yang makin canggih dan terus meningkat kemampuannya, ponsel merek lokal bisa terus berkreasi dengan meluncurkan smartphone Android. Ina Hutasoit, Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), smartphone paling laris saat ini ada di bawah harga Rp2 jutaan. Sebagian besar smartphone yang laris ini berjalan di sistem operasi Android.

Namun, saat ini sejatinya pasar ponsel di Tanah Air masih tetap didominasi feature phone alias ponsel kelas bawah tanpa sistem operasi. Menurut data dari lembaga riset IDC, tahun 2014 ini masih dikuasai feature phone dengan pangsa pasar 74 persen. Angka ini jauh di atas smartphone yang hanya 26 persen saja. Alasannya, harga feature phone memang sangat murah. Dengan uang Rp200 ribu saja sudah bisa didapatkan feature phone berfitur lengkap, seperti MP3 player, kamera, bluetooth, dan internet GPRS. Lalu, daya tahan baterai ponsel murah seperti itu juga sangat awet, rata-rata hanya perlu diisi ulang dua kali seminggu.

Bandingkan dengan smartphone yang perlu diisi ulang dua kali sehari. Perbedaan harga feature phone dan smartphone ini memang masih cukup lebar, sekitar Rp400 ribu, jika melihat harga feature phone termurah saat ini sekitar Rp200 ribu dan harga smartphone termurah saat ini sekitar Rp600 ribu. Menurut vendor merek lokal Advan, jika perbedaan harga ini makin kecil, nantinya dipastikan feature phone akan berpindah ke smartphone.

Categories
Berita

Flash Memory Cepat Untuk Perangkat Mobile

Flash Memory Cepat Untuk Perangkat Mobile

Problem flash memory pada smartphone dan tablet yang lambat dibandingkan SSD akan dituntaskan oleh standar UFS 2.0. Simak, apa saja yang diusungnya. Media berbasis flash memory, seperti SSD pada PC dan notebook relatif cepat dalam mentransfer data (baca dan tulis). Kecepatannya berkisar 500 MBdetik (ibarat transfer sekeping CD-ROM dalam waktu 1.3 detik). Hal ini berkontradiksi dengan media flash memory pada smartphone, tablet, e-book rea der, dan perangkat (device) mobile lainnya yang jauh dari kecepatan 500 MBdetik (baca dan tulis). Transfer rate yang hanya di bawah 100 MBdetik disebabkan karena absennya interface SATA seperti pada SSD dan hanya memakai memory interface yang relatif lambat, yaitu embedded MultiMediaCard (eMMC).

Sumber : Wa Web

Interface eMMC adalah bagian dari SoC (System on a Chip) yang ada di hampir semua smartphone dan tablet. Memori (memory) smartphone merupakan penerus dari media yang ada di kamera digital. Perbedaannya, memori eMMC ditandem dengan controller dalam satu die. Versi eMMC di-update setiap tahunnya. Misalnya tablet Google Nexus 7 dengan versi eMMC 441 yang mengusung kecepatan transfer 104 MBdetik. Sebelumnya, hadir pula standar UFS (Universal Flash Storage) sebagai alternatif eMMC yang diusung oleh JEDEC (Joint Electron Device Engineering Council) pada 2011 lalu. Versi awalnya (UFS 1.1) belum diaplikasikan secara luas karena tidak lebih baik daripada eMMC. Namun, sejak UFS 2.0 distandarisasikan (September 2013) dengan perubahan signifikan, seperti transfer rate hingga 1.400 MBdetik, standar interface memori ini bakal diadopsi secara luas dalam waktu dekat ini. Klaim kecepatannya yang bisa mentransfer dua keping CD-ROM dalam sedetik membuat media SSD terkesan lambat.

UFS Transfer cepat tanpa harus boros Penyebab utama lambatnya transfer rate eMMC pada mobile device adalah faktor konsumsi daya yang lebih diprioritaskan daripada kecepatan. Untungnya, konsumsi daya UFS 2.0 relatif sama de ngan eMMC (aktif ±1 mW dan standby ±0.5 mW). Konsumsi daya UFS 2.0 saat aktif sebenarnya lebih besar. Namun, proses transfer yang berlangsung lebih cepat (lebih cepat juga beralih ke mode standby) secara otomatis berdampak pada perimbangan konsumsi daya. Alasan lainnya adalah pertimbangan ongkos produksi eMMC yang lebih rendah daripada UFS. Pada implementasi awal, USF 2.0 baru digunakan oleh mobil device kelas atas. Transfer data UFS 2 yang lebih cepat 3x di bandingkan standar eMMC 5.0 (pada Galaxy Note 3) bisa dicapai berkat beberapa faktor.

Salah satunya adalah mode transmisi data (antara UFS host dan flash memory) yang full-duplex (eMMC masih half-duplex), dimana proses baca dan tulis bisa berlangsung simultan. Selain itu, tersedia juga kontrol kanal ekstra agar transfer data berlangsung secara aman dan stabil. Adanya penundaan karena proses penulisan yang lambat juga bisa dihindari. Seluruh jalur komunikasi dilakukan via UFS driver ke UFS host controller pada chip CPU. Dalam hal ini, UFS 2.0 menerapkan multi-instruksi secara paralel ke memory chip (command queuing). Penyimpanan internal yang lebih cerdas Saat command queuing aktif, video player akan mendapat prioritas lebih tinggi dalam proses transfer daripada browser yang sedang men-download data di latar belakang.

Seperti halnya USB 3.0, metode serial ini dicontek dari protokol SCSI. Pada UFS, blok memori diatur secara paralel dalam logical unit (Logical Unit Number) yang terpisah untuk kemudian dialamatkan. Pada eMMC, seluruh sistem harus menunggu hingga prosesnya selesai. Sebaliknya, UFL menangani beberapa proses secara paralel sehingga mendukung proses multithreading yang optimal. Selain unggul dalam hal kecepatan, UFS 2.0 juga mendukung kapasitas memori yang lebih besar daripada eMMC. Sistem peng alamatan 32 bit pada eMMC sanggup mendukung flash memory hingga kapasitas 2 TB. Adapun UFS yang relatif fleksibel dalam sistem pengalamatan diklaim bisa mendukung kapasitas lebih dari 2 TB.

Besarnya kapasitas maksimumnya tergantung pada implementasi UFS itu sendiri. UFS juga bisa menampung hingga delapan partisi (termasuk dengan fungsi bootable) dan sistem perlindungan data yang bersifat sensistif, seperti encryption key. Salah satu SoC pertama yang menyertakan dukungan terhadap standar UFS 2.0 adalah chip Qualcomm Snapdragon 805 yang dijumpai pada smartphone Pantech Vega Iron 2. Diperkirakan, mobile device lainnya akan segera menyusul.