Categories
Parenting

Dukung Tumbuh Kembang Si Kecil Bagian 2

Perkenalkan Konsep Teman Akrab

Nah, untuk anak-anak usia 4 tahun yang umumnya sudah “bersekolah” di TK, ketertarikan mereka untuk berteman semakin kuat, khususnya dengan teman sebaya. Pola, minat, cara bermain yang hampir sama membuat mereka merasa ada kecocokan. Si prasekolah pun semakin sadar kalau bermain bersama itu jauh lebih seru dibandingkan bermain sendiri. Saat bermain bersama, ia bisa bertukar mainan, bekerja sama, saling membantu, adu kepintaran, dan sebagainya. Makin tertariknya anak untuk berteman di usia ini juga terkait dengan berbagai kemampuannya yang sudah lebih baik. Ia sudah bisa berjalan dengan baik, bahkan berlari, melompat, menyusun balok, menyobek, menempel, dan sebagainya. Kemampuan berbahasanya pun lebih lancar.

Si kecil dapat menunjukkan keinginannya untuk meminjam mainan, memuji mainan temannya, menunjukkan mainan milikinya dan mengajak bermain teman baru. Interaksi-interaksi dalam pertemanan se perti ini sangat disuka karena si prasekolah bisa mencoba hal-hal baru bersama temannya. Pertemanan bisa dimulai dengan satu atau dua teman yang memang dianggap lebih cocok dengannya. Untuk itu, coba cari teman si kecil yang mempunyai kesamaan minat/ hobi. Undang si teman untuk bermain bersama di rumah. Awalnya, undang satu anak saja agar anak bisa lebih fokus belajar berteman. Tugas kita hanya mengawasinya. Batasi waktu bermain 1—2 jam. Terlalu lama hanya akan membuat anak bosan dan lelah. Di waktu lain, kita dapat mengajak temannya tadi untuk pergi bersama ke restoran atau minimarket sehingga mereka semakin akrab.

Lebih Luwes dan Mudah Berempati

Soal manfaat berteman, semua setuju bahwa luasnya pergaulan akan memberi ba nyak manfaat di masa depan. Di usia yang belum sekolah pun dapat dilihat, anak yang mempunyai banyak teman biasanya lebih percaya diri, mudah menyesuaikan diri dengan orang atau lingkungan yang berbeda. Mudah bergaul dengan siapa saja, menjadi penengah konflik, mudah berempati. Anak-anak ini akan terlihat menonjol di lingkungannya sehingga sering mendapat kesempatan untuk tampil/memimpin teman-temannya. Nah, bagaimana Bunda, sudah siap menciptakan kesempatan berteman bagi si kecil? Sekali lagi, pertemanan bisa diawali dalam lingkup kecil dahulu, berdua saja. Saat berkegiatan berdua, si kecil belajar banyak hal; dari bekerja sama, saling membantu, saling mendukung dan saling menyempurnakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *